Jakarta, 16 Oktober 2026 — Dalam semangat kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur atas berkat pangan dari Tuhan, Kompleks Strada Pejompongan terdiri dari TK, SD, dan SMP menyelenggarakan perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) pada Jumat, 16 Oktober 2026. Perayaan tahun ini mengusung tema “Solidaritas Pangan Sehat, Terjangkau dan Menyelamatkan” sebagai ajakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pangan yang sehat, bergizi, terjangkau, serta dapat dinikmati oleh semua orang. Kegiatan ini diikuti oleh keluarga besar Kompleks Strada Pejompongan, yang terdiri atas peserta didik TK, SD, dan SMP, para guru, karyawan, alumni, serta orang tua. Melalui berbagai kegiatan edukatif dan kebersamaan, perayaan HPS menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai syukur, kepedulian terhadap sesama, serta kebiasaan mengonsumsi makanan sehat sejak dini.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadat bersama di lapangan SMP sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas anugerah alam dan hasil pangan yang menopang kehidupan manusia. Melalui ibadat ini, seluruh peserta diajak untuk semakin menyadari bahwa pangan merupakan berkat yang perlu disyukuri, dihargai, dan dimanfaatkan dengan bijaksana. Selain itu, peserta diajak untuk menumbuhkan semangat berbagi dan solidaritas terhadap sesama, terutama mereka yang masih mengalami kesulitan dalam memperoleh makanan yang cukup dan bergizi. Suasana perayaan semakin meriah dengan penampilan peserta didik dari jenjang TK, SD, dan SMP. Melalui penampilan yang penuh semangat dan kreativitas, para peserta didik turut menyemarakkan perayaan sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya pangan, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Keterlibatan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan ini menjadi wujud kebersamaan keluarga besar Strada Pejompongan dalam membangun kesadaran tentang pangan sehat dan kepedulian sosial.

Salah satu kegiatan penting dalam perayaan HPS adalah sosialisasi dan penyuluhan oleh ahli gizi dari Puskesmas. Kegiatan ini memberikan wawasan kepada peserta mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemilihan bahan pangan yang sehat, serta kebiasaan makan yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Melalui penyuluhan ini, peserta diharapkan semakin memahami bahwa makanan sehat tidak harus mahal. Pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Kegiatan dilanjutkan dengan Touring Pangan Sehat, yang mengajak peserta untuk mengenal lebih dekat berbagai jenis pangan dan pentingnya memilih makanan yang sehat serta bergizi. Melalui kegiatan ini, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual dan menyenangkan. Anak-anak diajak untuk semakin mengenal ragam pangan, menghargai hasil bumi, serta memahami pentingnya mengonsumsi makanan yang bervariasi untuk menjaga kesehatan tubuh. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap pangan lokal dan mengurangi kebiasaan membuang makanan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta menikmati makan bersama dengan aneka sajian yang menggugah selera, yaitu jasuke (jagung, susu, dan keju), bolu pisang, susu jagung, dan kue talam. Aneka hidangan tersebut memperkenalkan beragam olahan pangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jagung dan pisang, misalnya, merupakan bahan pangan yang dapat diolah menjadi sajian yang menarik dan disukai anak-anak. Makan bersama bukan sekadar menikmati hidangan, melainkan juga menjadi momen untuk mempererat kebersamaan, membangun rasa syukur, dan belajar menghargai makanan yang tersedia. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan yang diambil, serta tidak menyia-nyiakan pangan.

Perayaan Hari Pangan Sedunia 2026 di Kompleks Strada Pejompongan menjadi pengingat bahwa pemenuhan pangan sehat merupakan tanggung jawab bersama. Pendidikan tentang pangan perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, peduli, dan bertanggung jawab. Melalui ibadat bersama, penampilan peserta didik, penyuluhan gizi, Touring Pangan Sehat, dan makan bersama, keluarga besar Strada Pejompongan diajak untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Semoga semangat Hari Pangan Sedunia tidak berhenti pada perayaan, tetapi terus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memilih makanan bergizi, mencintai pangan lokal, mengurangi pemborosan makanan, hingga berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Dengan semangat solidaritas, mari bersama mewujudkan masa depan yang lebih baik melalui pangan yang sehat, terjangkau, dan menyelamatkan.

Sebarkan artikel ini